Senin, 16 Januari 2017

PUISI, KUNCI PEMBUKA MASA DEPAN


Membaca puisi bagi sebagian orang adalah hobby. Bagi sebagian yang lain adalah wahana untuk berwisata hati dan pikiran, ekspresi jiwa yang luas, dan sebagainya. Tapi tidak hanya itu makna membaca puisi untuk Sahlan. Baginya,  selain hobby dan hentakan jiwa, puisi adalah sebuah kunci pembuka masa depannya.
Bernama lengkap Sahlan Maulana Yusup. Dia adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Cikalongkulon yang sangat membanggakan banyak orang, terutama sekolah, kabupaten dan kedua orang tuanya. Siswa yang lahir di Cianjur pada tanggal 6 Juni 2003 ini adalah anak bungsu dari 6 bersaudara.  Lahir dari seorang ibu yang bernama Geugeu dan Ayahnya bernama Mahpud.  Sahlan berasal dari keluarga sederhana, tinggal di kampung Citampele, Desa Mentengsari, Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur. Dia menuntut ilmu di sebuah sekolah kecil di kampung yang jauh dari kota. Sebuah sekolah yang baru empat tahun lalu berdiri. Dia memang orang kampung,  tetapi dia berhasil menjadi  juara 1 Lomba Baca Puisi Putra pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2016.   Mengalahkan saingan-saingannya dari berbagai kota dan kabupaten, tidak membuatnya menjadi sombong. Dia tetap saja menjadi siswa yang rendah hati. Sehari-hari selain aktif belajar dia adalah seorang ketua OSIS yang disayangi oleh teman-temannya.
                Saat ditanya kapan mulai menyukai kegiatan membaca puisi, dia menjawab malau-malu, “Sejak Sekolah Dasar. Pernah diminta oleh Ibu Guru untuk ikut lomba baca puisi tetapi hanya menjadi juara 2 Tingkat kecamatan.” Dia menambahkan, bahwa baru benar-benar  belajar membaca puisi ketika di bangku SMP sekarang ini. Saat dilatih dengan serius di sekolah, dia akhirnya berhasil menjadi juara tingkat provinsi tersebut.
                Keberhasilannya di bidang baca puisi ini diapresiasi oleh banyak pihak. Beberapa diantaranya adalah Kepala Desa Mentengsari di mana dia tinggal, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur dan sebuah perusahaan peternakan di dekat sekolah dan rumahnya, PT Pasir Tengah. Saat saya, sebagai kepala sekolahnya,  mengenalkan Sahlan kepada Kepala Desa dan menceritakan prestasinya, beliau langsung memberikan hadiah untuk menambah semangat dan motivasi. Sedangkan PT Pasir Tengah selain memberikan hadiah berupa uang tunai, perusahaan ini juga mengangkat Sahlan menjadi anak asuh perusahaan dan akan membiayai sekolahnya untuk jenjang SMA, Sarjana bahkan hingga Pascasarjana.  Sebuah hal yang tidak pernah disangka sebelumnya. Laksana mendapat durian runtuh. Sungguh anugerah Allah swt yang sangat luar biasa. Saat masih banyak pelajar lain yang bingung masalah biaya untuk melanjutkan sekolah, hadiah bea siswa sekolah ini  menjadi hal yang mengharukan untuk Sahlan dan semua orang yang menyayanginya. Masa depan Sahlan yang sebelumnya tidak pasti, saat ini menjadi terbuka lebar. Dia tinggal menyalakan lampu-lampu jalannya dengan ilmu-ilmu penerang untuk memuluskan langkah dan mendekatkan diri kepada Sang Maha Berkehendak untuk mentakdirkannya menjadi mahasiswa Pascasarjana yang diimpikannya.
                Saat berita bahagia ini disampaikan kepada Sahlan dan keluarganya, tampak keharuan yang luar biasa. Mata kedua orang tuanya berkaca-kaca, bibirnya bergetar saat mengucapkan alhamdulillah. Kebahagiaan Sahlan tampak sekali dari raut wajahnya. Air mata yang menetes adalah tangis bahagia. Ditambah lagi, beberapa saat yang lalu dia juga mendapat uang tunai sebesar Rp 3.000.000,- dari Kementrian Pendidikan Nasional ketika menjadi peserta Festival Lomba Seni Siswa Nasional. Dia benar-benar tidak menyangka, membaca puisi menjadi sebuah kunci pembuka pintu masa depannya.
                Akhirnya,  peristiwa yang membahagiakan ini, menjadi sebuah kekuatan dan motivasi bagi saya, seperti yang dimiliki Sahlan. Terus berjalan, kadang terbang dan ada saat berlari mengerjakan semua tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya untuk menemukan kunci-kunci pembuka masa depan yang lain. Bukan hanya untuk saya tetapi juga untuk sekitar kita.  

Sabtu, 18 April 2015

TERBUKTI, KITA KADANG LEBIH MENYUKAI KEMUNDURAN DARIPADA KEMAJUAN.




(Keyboard “QWERTY” didesain untuk memperlambat ketikan)
oleh: NIta Helida, S.Pd, M.Pd.

Keyboard komputer, keypad gadget yang kita kenal selama ini bersusunan qwerty. Bahkan di sepuluh tahun belakangan ini memang keypad qwerty menggantikan model keypad gadget yang sebelumnya. Tahukan Anda bahwa sebenarnya bahwa susunan keyboard qwerty  sengaja ditujukan  untuk memperlambat ketikan?
Everett M. Rogers dalam bukunya Diffusion of Innovations  menjelaskan bahwa pada tahun 1873, Christopher Lathan Sholes, mendesain susunan QWERTY untuk mesin ketik dengan sebuah alasan yaitu: Mesin ketik jika digunakan terlalu cepat  maka akan terjadi kemacetan karena tuts keyboards bertumpuk di tengah sehingga pengetik harus membetulkan tuts dan memperlambat ketikannya.
Dengan alasan tersebut maka Sholes menemukan bahwa susunan keyboard QWERTY adalah solusi untuk hal tersebut. Susunan QWERTY dianggap mampu untuk memperlambat ketikan. Bahkan diketahui bahwa dengan menggunakan susunan QWERTY sebenarnya kita memerlukan waktu dua kali lebih lama dan bekerja 20 kali lebih keras daripada yang seharusnya.
Awal tahun 1900, mesin ketik mulai digantikan dengan komputer yang tentu saja sangat berbeda dengan mesin ketik.  Tidak akan ada jammed atau istilah macet karena mengetik terlalu cepat. Manusia justeru memerlukan kecepatan yang tinggi untuk mengefektifkan penggunaan komputer. Untuk memenuhi perkembangan jaman, Profesor August Dvorak berinovasi dengan menciptakan susunan AOEUIDHTN dan S di tengah keyboard. Tuts huruf yang jarang digunakan diletakkannya di barisan atas dan bawah. Rata-rata  70% pengetikan menggunakan barisan tengah, 22% barisan atas dan 8% tuts digunakan di barisan bawah. Susunan huruf pada keyboard ini juga dengan pertimbangan bahwa untuk orang yang tidak kidal, penggunaan jemari dari tangan kiri hanya 40% sedangkan tangan kanan 60%. Berbeda dengan QWERTY yang cenderung 57% penggunaan tangan kiri.
American National Standart Institute dan Equipment Manufacture Assosiation dua lembaga penting yang meneliti standarisasi peralatan ini telah membuktikan bahwa keyboard yang dirancang Dvorak ini memang terbukti lebih efisien dan efektif. Bisa kita bayangkan berapa waktu dan tenaga yang dapat kita hemat jika kita melangkah dan berubah menggunakan keyboard versi Dvorak. Diperkirakan, perubahan keyboard ini dapat dipelajari dengan mudah melalui pelatihan kurang lebih seminggu saja. Tetapi hal ini tak pernah dinyatakan sebuah inovasi yang berhasil.  Kadang banyak kepentingan yang menjadi penghalangnya. Dalam kasus keyboard ini, mungkin saja penghalangnya adalah pabrik komputer, gadget, sales, pengguna komputer sendiri yang tidak mau berubah, masyarakat yang cenderung merasa aman dalam zona nyaman dan sebagainya.


Di sini kita dapat mengetahui bahwa inovasi teknologi yang telah diakui dan dibuktikan banyak manfaatnya oleh lembaga penting bisa saja tidak terdifusi dan diterima dengan baik di masyarakat luas.  Memang sulit mengubah pendapat, prinsip, ataupun keyakinan, jangankan manuasia sedunia, kadang mengubah sekelompok kecil manusia saja memerlukan waktu, kesabaran dan keuletan yang ekstra.
(Sepenggal kisah inovasi yg tak terdifusi, Difussion of Inovations: Everett M Rogers)

Selasa, 22 Februari 2011

ZAQQUM FRUIT, ANYONE...? (ALTERNATIF APLIKASI PENDIDIKAN KARAKTER)

oleh: Nita Helida


Jam 14.30. Pemantapan Ujian Nasional hari ini sampai jam 16.00an. Kulihat sebagian besar anak-anak di kelas IX G sudah tampak penat. Aku maklum dengan kelelahan mereka. Dari pagi mereka sudah mempelajari beberapa mata pelajaran. Belum lagi latihan-latihan soal...!

“ Sudah selesai?” tanyaku.

“Beluuuum, dua soal lagi.” Jawab mereka.

“Yang telah selesai dan jawabannya betul semua...ibu kasih buah zaqqum, gratis..., masing-masing satu buah.” kataku, memberi motivasi, membangkitkan semangat mereka.

“Buah Zaqqum? Buah apa itu? Enak nggak?, Besar nggak..? “ mereka bertanya bertubi-tubi.

“Mau nggak?” tanyaku sambil tersenyum.

“Mauuuu...!”jawab mereka serempak.

“Buah zaqqum itu, ini bukan, bu Nita?” tanya salah satu murid sambil memegangi lehernya.

“itu mah jakuuuuun,” jawab teman-temannya. Yang lainnya tertawa geli.

“Buah zaqqum mah itu tuuh, yang tumbuh di kebun belakang...!” Kata Budi.

“itu mah jaguuung...!” seru teman yang lain yang disambut dengan derai tawa teman-temannya.

Akupun tertawa, senang melihat kelucuan mereka. “Makanya, cepat selesaikan jawaban kalian lalu kita bahas bersama-sama.”

Setelah semua murid menyelesaikan jawaban dan membahas satu per satu soal dan jawabannya, kulirik jam di tanganku. Masih tersisa 15 menit lagi.

“Bu Nita...,buah zaqqumnya mana?” mereka bergantian menagih hadiah yang tadi kujanjikan.

“Jangan khawatir, coba...Iqbal, suaramu lantang, kan? Ke sini, tolong bacakan kalimat ini untuk teman-temanmu. Yang lain dengarkan ya, berikut ini adalah keterangan tentang buah zaqqum” kataku sambil membuka Al Qur’an digital yang ada di laptop.

Iqbalpun membaca dengan lantang satu persatu arti ayat-ayat Al Qur’an berikut ini:

Surat As Syafaat(37):

62. (Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum

63. Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim.
64. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dari dasar neraka yang menyala
65. mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan.
66. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka

memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.
67. Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang

bercampur dengan air yang sangat panas.

Surat Ad Dukhan (44):

43. Sesungguhnya pohon zaqqum itu

44. makanan orang yang banyak berdosa.

45. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut,
46. seperti mendidihnya air yang amat panas.

Surat Al Waaqiah (56):

51. Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan,
52. benar-benar akan memakan pohon zaqqum,

53. dan akan memenuhi perutmu dengannya.

54. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.

56. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan."

Setiap kali satu ayat dibacakan, semua muridpun berkomentar, sambil bergidik...mendengar arti ayat ayat Al Qur’an tersebut. Beberapa kali aku meminta mereka untuk lebih tenang dan tidak berisik..hingga akhirnya semua ayat tentang buah zaqqum terbaca.

Setelah menjelaskan maksud ayat-ayat tersebut, murid-muridpun menanyakan dan memberikan beberapa komentar tentang buah zaqqum.

Setelah mereka puas dengan diskusi tentang buah zaqqum itu, akupun bertanya sambil tersenyum,” so....zaqqum, anyone..???”

Serempak mereka menggelengkan kepala dan menjawab dengan suara yang lantang ,”No, Thanks...!!!”

Selasa, 09 November 2010

NAK, JADILAH KAU KUPU-KUPU YANG BISA TERBANG TINGGI.....!!!




Jam ke tiga ini giliranku ngajar di kelas IX G. Kumasuki kelas dengan senyum dan perasaan riang. Setelah menyapa murid-murid dan mempersiapkan mereka untuk memulai pelajaran, kutanyakan apakah PR tentang Procedure Text yang kemarin kuberikan telah mereka kerjakan.
“Sudaaaaah...!”, jawab murid- murid. Sebagian lagi, kurang lebih 20% dari mereka, menjawab, “beluuuuuum...!’’
Setelah mengecek hasil kerja mereka, aku tahu bahwa banyak siswa hanya menyalin PR hasil temannya. Maka dengan tersenyum aku berkata, “ Ibu puas dengan hasil kerja kalian tapi sayangnya tidak semuanya mengerjakan. Padahal jika kalian mengerjakan PR pasti kalian bisa mengerjakan tugas yang akan ibu berikan hari ini.”
Coba dengarkan ibu..! Setiap makhluk, khususnya manusia, di dunia ini membutuhkan belajar dan usaha keras untuk mencapai keberhasilan. Ada sebuah contoh. Fulan adalah seorang anak pejabat yang sangat kaya. Dia dibelikan beberapa ijazah sarjana dan Sertifikat Kursus Komputer, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jerman oleh orang tuanya. Semua ijazah sarjana dan sertifikat kursus dengan nilai yang sangat memuaskan dia miliki meskipun dia tidak pernah kuliah dan mengikuti kursus apapun. Menurut kalian, apakah si Fulan ini akan bisa melalui setiap tantangan dalam pekerjaannya dengan baik? Apa yang akan ditemui Fulan ketika terjun ke dunia kerja...? Beberapa jawaban mengalir dari mulut mereka,” Tidak, karena si Fulan sebenarnya belum pernah belajar untuk hidup.Dia akan kesulitan ketika bekerja” Ada lagi yang menjawab, “Tidak akan, karena setiap tantangan pekerjaan membutuhkan keterampilan dan keahlian yang baik.” Dan beberapa murid menjawab dengan jawaban yang senada.
Aku melanjutkan penjelasanku, “Ibu punya sebuah cerita, dengarkan baik-baik. Ada seorang penyayang binatang bernama Ronald. Suatu hari Ronald mengamati ulat-ulat peliharaannya yang sedang bermetamorfosis dari sebuah kepompong menjadi kupu-kupu. Ronald tertarik dengan salah satu ulat yang dengan semangat tinggi berusaha lepas dari kepompongnya. “ aku bercerita dengan penuh perasaan dan kadang-kadang aku peragakan agar lebih menjiwai cerita.
Setelah beberapa saat aku melanjutkan, “Si Ulat seperti tak kenal lelah menggeliatkan seluruh badannya dengan sekuat tenaga. Beberapa bagian tubuhnya sudah berhasil lepas dari kepompongnya. Tapi kedua sayapnya masih terperangkap di dalam balutan kepompong. Dia terus berusaha menarik kedua sayapnya. Ketika tubuhnya semakin melemah, ulat tersebutpun berhenti bergerak.
“Kau pasti sangat lelah ulatku yang manis. Jangan khawatir, aku akan menolongmu.” kata Ronald dalam hati. Dengan lembut Ronald mengambil kepompong tersebut, merobek sebagian kulit kepompong agar sayap yang masih lemah itu dapat tergerai bebas.
“Berhasil...!! kedua sayapnya telah terlepas bebas..,tapi..mengapa sayapnya tidak tergerai...,masih terlihat basah dan tetap lemah..? Mungkin dia masih perlu waktu.”pikir Ronald.
Ronald dengan setia menunggu proses kupu-kupu mungil itu untuk terbang tapi si kupu-kupu tetap tidak terbang. Sayapnya bergerak-gerak pelan..tapi sepertinya tidak kuat untuk digunakan terbang. Ronald meneteskan air matanya. Dia sangat menyesal telah membantu proses metamorfosis kupu-kupu kesayangannya. Dia bukan membantu..tapi malah membuat kupu-kupunya menjadi kupu-kupu yang lemah. Sesungguhnya proses metamorfosa yang sulit dan melelahkan itu adalah sebuah proses yang diciptakan Allah untuk melatih diri agar bagian-bagian tubuh kupu-kupu kuat. Dengan otot yang terlatih kuat, kupu-kupu akan bisa menjalani kehidupannya dengan tangguh. “Dia akan kuat mengepakkan sayapnya jutaan kali, berkeliling mencari madu hingga akhir hayatnya.” ungkapku mengakhiri cerita.
Aku melirik jam di tanganku. Sudah 15 menit aku bercerita.
“Nah, dari beberapa cerita yang telah ibu ceritakan tadi...dapat kita simpulkan bahwa tidak ada kesuksesan tanpa sebuah proses yang kita lakukan dengan kerja keras. Semakin kuat kita mengasah pisau yang tumpul maka semakin tajam pisau yang kita dapatkan. Semakin giat kalian mengerjakan tugas-tugas yang ibu berikan, semakin terampil kalian dalam mengerjakan soal. Kalian mengerti..?
“Iya, Bu..! “jawab mereka penuh semangat.
Aku memandang wajah-wajah mereka dengan penuh kasih.
“Baiklah, sekarang kita akan lanjutkan pelajaran kita. Kemarin kalian telah belajar How to use rice cooker. Sekarang, ibu memberi kalian uang Rp. 2000,- dan waktu 15 menit untuk membeli jus jambu di Mang Yanto. Silahkan menanyakan, mengamati dan mencatat prosesnya dan melaporkannya kepada Ibu dalam bentuk Procedure Text dengan judul How To make Guava Juice atau How to use a Blender. Bagi Siswa yang paling bagus dan paling cepat mengerjakan laporannya, dia berhak mendapatkan Guava Juice yang telah dibeli.” Ungkapku dalam Bahasa Inggris.

Kutatap murid-murid yang berlarian menuju warung Mang Yanto. Dengan tersenyum kudampingi mereka mengumpulkan data untuk laporannya. Sambil mengambil foto kegiatan mereka, aku berkata dalam hati, “Nak, Jadilah kau kupu-kupu yang bisa terbang tinggi....!”

Senin, 08 November 2010

ERUPSI MERAPI : BUKTI CINTA ATAUKAH MURKA ALLAH...?


ERUPSI MERAPI : BUKTI CINTA ATAUKAH MURKA ALLAH...?
(oleh: Nita Helida, S.Pd.)

Erupsi Gunung Merapi tahun 2010 memang sangat dahsyat. Disinyalir bahwa ini adalah letusan terbesar sejak 140 tahun terakhir. Berita tentang korban meninggal dan luka-luka akibat awan panas “wedhus gembel” sangat memilukan hati siapapun yang mendengar dan menontonnya. Belum lagi cerita tentang para pengungsi yang kehilangan keluarga, harta, lahan pekerjaan dan sebagainya.
Komentar tentang bencana Merapipun datang dari berbagai pihak. Mulai komentar tentang meninggalnya Mbah Marijan, sang juru kunci Merapi, sampai apa maksud Allah dengan kejadian ini.
Bagi kaum beriman, sejumlah musibah itu akan dibaca sebagai bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Dengan berbagai tanda itu kita diminta merenung, bahwa jika ayat-ayat-Nya yang tertulis sudah mulai kita lupakan maka Allah (akan) menghamparkan ayat-ayat tak tertulis-Nya (Kauniah). Ada ayat gempa, ayat tsunami, ayat gunung meletus, ayat banjir bandang, ayat lumpur panas, dan sebagainya. Bisakah kita menangkap pesan di balik berbagai ayat Allah itu? Sebagian orang menganggap bencana ini adalah adzab, beberapa yang lain menganggapnya sebagai teguran, ujian, dan sebagian yang lain memberikan beberapa komentar yang berbeda-beda. Bahkan lirik lagu Ebiet G.Adepun, “mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita...”, dipakai untuk menyimpulkan maksud Allah atas bencana ini.
Saya teringat tahun 1970an, ketika nenek saya bercerita tentang gunung meletus. Beliau berkata bahwa meletusnya masing-masing gunung itu sudah ada rumus waktunya. Gunung Kelud yang ada di Jawa Timur, meletus sekian windu sekali (saya lupa tepatnya), demikian juga gunung-gunung yang lain. Rumus waktu itu biasanya tepat, hanya bergeser tanggal dan bulannya. Saat ini saya jadi berpikir, bahwa selain sebagai teguran, ujian, atau hal yang lainnya, sebenarnya meletusnya sebuah gunung itu adalah sebuah proses alam biasa yang sudah ada rumus waktunya, yang telah digariskan oleh Allah.
Komentar lain yang menurut saya menarik adalah komentar yang datangnya dari pakar Geologi (saya tidak mencatat namanya) yang diwawancari oleh TV one pagi ini ( 08 Nopember 2010). Beliau berkata bahwa semburan abu vulkanik yang sangat kuat, yang membumbung ke atas hingga 10 km dari puncak merapi, akan mencapai stratosfer. Apa efeknya? Ringkasnya, ternyata abu vulkanik yang mencapai stratosfer tersebut, setelah melalui proses tertentu bisa “menambal” lubang ozon ! Apa manfaatnya untuk bumi dan segala kehidupan di dalamnya? Suhu bumi akan menurun beberapa derajat . Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa suhu bumi semakin meningkat. Dalam Wikipedia dijelaskan bahwa: Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Hal ini akibat dari global warming. Global warming yang kita bingung menanggulanginya, ternyata terbantu dengan adanya letusan Merapi ini..! Subhanallah. Betapa Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Ternyata, di balik bencana yang terlihat sangat mengerikan, cinta Allah kepada makhlukNya demikian besar. Dalam Alquran dijelaskan bahwa tidak ada satupun yang diciptakan oleh-Nya sebagai sesuatu yang sia-sia. Dengan kata lain, bencana alam, meskipun merupakan gejala alam biasa, namun mengandung banyak pesan yang beragam, sesuai dengan kapasitas pembaca ayat –ayat KauniahNya.
Wallahu A’lam bishawab.

Sabtu, 09 Oktober 2010

SETAN LEBIH SUKA PADA PELAKU BID’AH DARI PADA PELAKU MA’SIYAT.


SETAN LEBIH SUKA PADA PELAKU BID’AH DARI PADA PELAKU MA’SIYAT.
(oleh: Drs. H. Munib)


Penulis pernah membaca dan sependapat bahwa memang setan lebih suka pada pelaku bid’ah dari pada pelaku ma’siyat ; karena Nabi Muhammad mengajarkan bahwa perbuatan ma’siyat dan bid’ah itu sama-sama tersesat. Setan selalu berusaha menyesatkan.

Pelaku bid’ah menganggap perbuatannya itu baik, berpahala, dia berusaha mengajarkan secara terang-terangan dan melestarikan sehingga semakin banyak pengikut yang tersesat. (setan suka )

Pelaku ma’siyat mengetahui bahwa perbuatannya itu merupakan pelanggaran, biasanya dilakukan secara bersembunyi, tidak mengajarkan kepada keluarganya, tidak berusaha mengembangkan atau melestarikan. (Setan kurang suka) .

Bid’ah biasanya berdasar Hadis lemah atau palsu sengaja dibuat oleh musuh-musuh Islam.
Dampak bid’ah amat buruk terhadap agama. Agama rusak karena bid’ah itu dialami oleh agama-agama besar yang tidak memiliki kitab suci yang asli dan tidak ada ajaran yang melarang bid’ah sehingga tidak punya dasar sebagai pedoman untuk meluruskan penyimpangan. Padahal semua pengamalan ibadahnya sekarang adalah hasil karangan pemuka-pemukanya, bukan ajaran nabinya.

Ritual ibadah itu menyangkut masalah gaib yang tidak terjangkau indera dan akal manusia jadi seharusnya dari nabinya yang menerima wahyu dan punya mu’jizat. Nyanyian, pujian, wiridan dan tingkah laku ibadahnya yang ada sekarang tidak lebih hanya sebagai hasil seni budaya karya manusia biasa. Setan memang selalu berusaha menyesatkan manusia supaya berbuat bid’ah dan syirik yang tidak diajarkan oleh para nabinya. (Baca:Agama rusak karena bid’ah)

TANGGUNG JAWAB AGAMA


TANGGUNG JAWAB AGAMA
(oleh: Drs. H. Munib)

Orang awam,siswa, memperhatikan, merenung kemudian bertanya: Bagaimana tanggung jawab Islam sebagai agama yang dipeluk mayoritas rakyat Indonesia, dikenal sebagai muslim terbesar di dunia.
TANYA: Apa benar Islam itu rahmat bagi seluruh alam ? Apa benar Islam itu mendorong atau menghambat kemajuan ? Karena nyatanya:
Indonesia wilayahnya luas, tanahnya subur, tetapi tidak makmur, banyak pengangguran, kemiskinan, kejahatan, premanisme, tawuran, bentrok antar warga, antar siswa, antar mahasiswa, banyak demo ketidakadilan, korupsi di semua sektor semua tingkat, pemuka agama banyak beda faham, kehilangan wibawa. Siapa yang benar, dimana salahnya ?
JAWAB: Nabi Muhammad : “Agama Yahudi pecah 71 golongan satu yang benar , Nasarani pecah 72 golongan, satu yang benar, Islam pecah 73 golongan, satu yang benar. Nabi ditanya siapa yang satu itu? Nabi menjawab: “Yaitu yang berdasar AlQur’an, Sunnahku, sahabat-sahabatku.” Yang satu ini sekarang terkenal disebut: “Ahli Sunnah wal Jama’ah” Semua golongan yang ada sekarang mengaku bahwa merekalah sebagai “Ahli Sunnah wal Jama’ah”. Adapun nyatanya ? Mereka tidak sadar atau tidak tahu bahwa mereka nyatanya bukan ahli Sunnah, tetapi ahli Bid’ah ! tidak tahu bahwa Sunnah/Hadis yang mereka gunakan itu adalah Hadis lemah atau palsu.

Nabi Muhammad mengingatkan bahwa dalam hal agama harus berpegang pada Al Qur’an dan Sunnah dan melarang mengada ada ajaran atau aturan baru (itu yang disebut Bid’ah, dan setiap bid’ah dinyatakan tersesat). Umat Islam diperintah / dianjurkan mengikuti Sunnah, dilarang / dicela mengikuti Bid’ah. Adapun Bid’ah yang dilarang itu dalam hal ibadah dan akidah yang menyangkut masalah gaib (yang tidak bisa dijangkau oleh indera dan akal manusia). Ada alam gaib, ada alam syahadah (yang nyata,bisa dijangkau oleh panca indera dan akal manusia). Masalah dunia (alam syahadah) Nabi bersabda: “Kamu lebih mengetahui tentang urusan duniamu”. Jadi, tidak ada larangan berbuat bid’ah dalam urusan dunia (sarana, prasarana, peralatan, tehnologi, pakaian, metode pengajaran, makanan dsb) asal tidak melanggar larangan.
Dalam ilmu agama ada prisip hukum bahwa:

“Semua masalah muamalah/ibadah umum, pada dasarnya “hukumnya boleh” kecuali yang dilarang.
“Semua masalah akidah/ibadah khusus, pada dasarnya “hukumnya dilarang” kecuali yang diperintah.
AGAMA RUSAK KARENA BID’AH
Agama-agama besar rusak karena bid’ah-bid’ah yang dibuat oleh para pemuka-pemuka agama, ritual-rituanya diubah dan ditambah menurut selera sehingga ajaran Nabinya bergeser, berubah bahkan ajaran dasarnyapun diubah , Nabinya dipuja berlebihan sehingga setaraf Tuhan. Diciptakan nyanyian-nyanyian pujian sehingga dianggap sebagai ritual yang lebih baik dari pada sujud yang dulu dilakukan oleh nabinya (Ibrahim, Musa, Isa/Yesus dll begitulah kita baca dalam Bybel ). Sekarang kita melihat umat agama itu tidak melaksanakan sujud kepada Tuhannya. Karena agama –agama sebelum Islam itu tidak memiliki Kitab suci yang asli dan tidak ada ajaran yang melarang berbuat bid’ah, maka kerusakan agama-agama itu sudah tidak dapat tertolong,

Kita melihat umat Islam Indonesia banyak mengikuti kiai, ustad yang mengajarkan amalan-amalan bid’ah. Untungnya Islam memiliki kitab suci Al Qur’an yang tetap asli dan Sunnah/Hadis sahih sebagai pegangan dasar untuk mengoreksi dan menunjukkan siapa-siapa yang mengikuti amalan sunnah dan siapa-siapa yang mengikuti amalan bid’ah.

Kita melihat mayoraits umat Islam Indonesia termasuk para pejabat kalangan atas mengamalkan ajaran bid’ah-bid’ah yang tidak sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan Sunnah/Hadis sahih, sehingga bisa dikatakan imannya kacau, campur aduk dengan tahayul, khurafat, syirik. Keadaan itu bisa diketahui oleh orang yang faham ajaran Islam; jadi kalau Islam dimintai pertanggungan jawab adanya kebobrokan Indonesia sebagai muslim terbesar di dunia, maka perlu dibedakan antara “Islam” dengan “umat Islam"
Nabi Muhammad menjamin bahwa umat Islam akan baik di dunia dan akhirat dan tidak tersesat apabila berpegang teguh Al Qur’an dan Sunnah/Hadis sahih.
Kalau umat Islam pengamalan agamanya tidak sesuai bahkan bertentangan dengan Islam, maka siapakah yang salah ? Siapakah penyebab kebobrokan Indonesia ? Kita perlu beragama berdasarkan “Ilmu”. Kalau pada mulanya beragama karena keturunan, jabatan, penikahan, pengobatan, balas jasa, penampsilan dsb, maka harus ditingkatkan beragama berdasarkan ilmu. Tanpa ilmu agama akan kacau.