Senin, 08 November 2010

ERUPSI MERAPI : BUKTI CINTA ATAUKAH MURKA ALLAH...?


ERUPSI MERAPI : BUKTI CINTA ATAUKAH MURKA ALLAH...?
(oleh: Nita Helida, S.Pd.)

Erupsi Gunung Merapi tahun 2010 memang sangat dahsyat. Disinyalir bahwa ini adalah letusan terbesar sejak 140 tahun terakhir. Berita tentang korban meninggal dan luka-luka akibat awan panas “wedhus gembel” sangat memilukan hati siapapun yang mendengar dan menontonnya. Belum lagi cerita tentang para pengungsi yang kehilangan keluarga, harta, lahan pekerjaan dan sebagainya.
Komentar tentang bencana Merapipun datang dari berbagai pihak. Mulai komentar tentang meninggalnya Mbah Marijan, sang juru kunci Merapi, sampai apa maksud Allah dengan kejadian ini.
Bagi kaum beriman, sejumlah musibah itu akan dibaca sebagai bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Dengan berbagai tanda itu kita diminta merenung, bahwa jika ayat-ayat-Nya yang tertulis sudah mulai kita lupakan maka Allah (akan) menghamparkan ayat-ayat tak tertulis-Nya (Kauniah). Ada ayat gempa, ayat tsunami, ayat gunung meletus, ayat banjir bandang, ayat lumpur panas, dan sebagainya. Bisakah kita menangkap pesan di balik berbagai ayat Allah itu? Sebagian orang menganggap bencana ini adalah adzab, beberapa yang lain menganggapnya sebagai teguran, ujian, dan sebagian yang lain memberikan beberapa komentar yang berbeda-beda. Bahkan lirik lagu Ebiet G.Adepun, “mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita...”, dipakai untuk menyimpulkan maksud Allah atas bencana ini.
Saya teringat tahun 1970an, ketika nenek saya bercerita tentang gunung meletus. Beliau berkata bahwa meletusnya masing-masing gunung itu sudah ada rumus waktunya. Gunung Kelud yang ada di Jawa Timur, meletus sekian windu sekali (saya lupa tepatnya), demikian juga gunung-gunung yang lain. Rumus waktu itu biasanya tepat, hanya bergeser tanggal dan bulannya. Saat ini saya jadi berpikir, bahwa selain sebagai teguran, ujian, atau hal yang lainnya, sebenarnya meletusnya sebuah gunung itu adalah sebuah proses alam biasa yang sudah ada rumus waktunya, yang telah digariskan oleh Allah.
Komentar lain yang menurut saya menarik adalah komentar yang datangnya dari pakar Geologi (saya tidak mencatat namanya) yang diwawancari oleh TV one pagi ini ( 08 Nopember 2010). Beliau berkata bahwa semburan abu vulkanik yang sangat kuat, yang membumbung ke atas hingga 10 km dari puncak merapi, akan mencapai stratosfer. Apa efeknya? Ringkasnya, ternyata abu vulkanik yang mencapai stratosfer tersebut, setelah melalui proses tertentu bisa “menambal” lubang ozon ! Apa manfaatnya untuk bumi dan segala kehidupan di dalamnya? Suhu bumi akan menurun beberapa derajat . Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa suhu bumi semakin meningkat. Dalam Wikipedia dijelaskan bahwa: Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Hal ini akibat dari global warming. Global warming yang kita bingung menanggulanginya, ternyata terbantu dengan adanya letusan Merapi ini..! Subhanallah. Betapa Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Ternyata, di balik bencana yang terlihat sangat mengerikan, cinta Allah kepada makhlukNya demikian besar. Dalam Alquran dijelaskan bahwa tidak ada satupun yang diciptakan oleh-Nya sebagai sesuatu yang sia-sia. Dengan kata lain, bencana alam, meskipun merupakan gejala alam biasa, namun mengandung banyak pesan yang beragam, sesuai dengan kapasitas pembaca ayat –ayat KauniahNya.
Wallahu A’lam bishawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar