Selasa, 22 Februari 2011

ZAQQUM FRUIT, ANYONE...? (ALTERNATIF APLIKASI PENDIDIKAN KARAKTER)

oleh: Nita Helida


Jam 14.30. Pemantapan Ujian Nasional hari ini sampai jam 16.00an. Kulihat sebagian besar anak-anak di kelas IX G sudah tampak penat. Aku maklum dengan kelelahan mereka. Dari pagi mereka sudah mempelajari beberapa mata pelajaran. Belum lagi latihan-latihan soal...!

“ Sudah selesai?” tanyaku.

“Beluuuum, dua soal lagi.” Jawab mereka.

“Yang telah selesai dan jawabannya betul semua...ibu kasih buah zaqqum, gratis..., masing-masing satu buah.” kataku, memberi motivasi, membangkitkan semangat mereka.

“Buah Zaqqum? Buah apa itu? Enak nggak?, Besar nggak..? “ mereka bertanya bertubi-tubi.

“Mau nggak?” tanyaku sambil tersenyum.

“Mauuuu...!”jawab mereka serempak.

“Buah zaqqum itu, ini bukan, bu Nita?” tanya salah satu murid sambil memegangi lehernya.

“itu mah jakuuuuun,” jawab teman-temannya. Yang lainnya tertawa geli.

“Buah zaqqum mah itu tuuh, yang tumbuh di kebun belakang...!” Kata Budi.

“itu mah jaguuung...!” seru teman yang lain yang disambut dengan derai tawa teman-temannya.

Akupun tertawa, senang melihat kelucuan mereka. “Makanya, cepat selesaikan jawaban kalian lalu kita bahas bersama-sama.”

Setelah semua murid menyelesaikan jawaban dan membahas satu per satu soal dan jawabannya, kulirik jam di tanganku. Masih tersisa 15 menit lagi.

“Bu Nita...,buah zaqqumnya mana?” mereka bergantian menagih hadiah yang tadi kujanjikan.

“Jangan khawatir, coba...Iqbal, suaramu lantang, kan? Ke sini, tolong bacakan kalimat ini untuk teman-temanmu. Yang lain dengarkan ya, berikut ini adalah keterangan tentang buah zaqqum” kataku sambil membuka Al Qur’an digital yang ada di laptop.

Iqbalpun membaca dengan lantang satu persatu arti ayat-ayat Al Qur’an berikut ini:

Surat As Syafaat(37):

62. (Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum

63. Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim.
64. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dari dasar neraka yang menyala
65. mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan.
66. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka

memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.
67. Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang

bercampur dengan air yang sangat panas.

Surat Ad Dukhan (44):

43. Sesungguhnya pohon zaqqum itu

44. makanan orang yang banyak berdosa.

45. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut,
46. seperti mendidihnya air yang amat panas.

Surat Al Waaqiah (56):

51. Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan,
52. benar-benar akan memakan pohon zaqqum,

53. dan akan memenuhi perutmu dengannya.

54. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.

56. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan."

Setiap kali satu ayat dibacakan, semua muridpun berkomentar, sambil bergidik...mendengar arti ayat ayat Al Qur’an tersebut. Beberapa kali aku meminta mereka untuk lebih tenang dan tidak berisik..hingga akhirnya semua ayat tentang buah zaqqum terbaca.

Setelah menjelaskan maksud ayat-ayat tersebut, murid-muridpun menanyakan dan memberikan beberapa komentar tentang buah zaqqum.

Setelah mereka puas dengan diskusi tentang buah zaqqum itu, akupun bertanya sambil tersenyum,” so....zaqqum, anyone..???”

Serempak mereka menggelengkan kepala dan menjawab dengan suara yang lantang ,”No, Thanks...!!!”